JAKARTA -- Biaya masuk perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur mandiri menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatian pemerintah. Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan atau Zulhas menyebut masyarakat mengeluhkan besarnya biaya yang harus dibayar untuk diterima melalui jalur tersebut.
Menurut Zulhas, besaran biaya yang dikeluhkan masyarakat bervariasi, mulai dari Rp50 juta hingga mencapai Rp100 juta. Keluhan itu, kata dia, disampaikan sejumlah pihak kepada PAN.
“Nah, sekarang ini banyak sekali kampus perguruan tinggi yang jalur mandiri itu, dan bayarnya mahal sekali. Itu banyak, ya, nerimanya itu bukan bukan 10, 20, ribuan gitu. Nah, ini datang ke kami, keluhannya itu bayarnya kok mahal, ada yang Rp 50 juta, Rp 70 juta, sampai Rp 100 juta,” ujar Zulhas di JICC Senayan, Jumat (18/9/2026).
Ia mengatakan persoalan tersebut kemudian mendapat respons dari Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah disebut akan segera melakukan penataan terhadap mekanisme biaya pendidikan melalui jalur mandiri.
“Alhamdulillah tadi Pak Presiden merespons, kita akan atur segera, itu nanti ditiadakan lagi, gitu, ya,” kata Zulhas.
Zulhas kemudian menjelaskan bahwa maksud dari rencana tersebut bukan sekadar menghapus jalur mandiri. Yang hendak diubah adalah besaran pungutan yang selama ini dibebankan kepada mahasiswa.
“Ya, tidak tuh nggak bayar semahal itulah lagi, ya. Kalau Presiden tadi maunya gratis, tapi nanti kita lihat, yang jelas tidak lagi memungut seperti sekarang,” tuturnya.
Menurut Zulhas, tingginya biaya jalur mandiri juga dapat menimbulkan persoalan bagi perguruan tinggi. Ia menyinggung sejumlah kasus di kampus yang sebelumnya berkaitan dengan persoalan pungutan.
“Dan itu kan juga risikonya besar seperti Unsoed, ya, itu masalah kan karena bayar mahal itu, rektornya, wakil rektor. Pernah juga sebelumnya Unila, kan, gitu,” ujarnya.
Ia menilai perguruan tinggi mempunyai peran strategis dalam pembangunan nasional. Karena itu, persoalan biaya pendidikan perlu mendapat perhatian agar akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi tidak terbebani biaya yang terlalu besar.
Prabowo Siapkan Rapat Terbatas
Pernyataan Zulhas tersebut sejalan dengan rencana Presiden Prabowo untuk membahas biaya pendidikan negeri dalam rapat terbatas bersama jajaran kabinet.
Prabowo sebelumnya menyampaikan rencana tersebut saat menghadiri malam puncak HUT ke-28 PAN di Plenary Hall Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan, Jumat malam.
Dalam kesempatan itu, Prabowo menyatakan ingin pendidikan di sekolah negeri dapat diberikan secara gratis, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
“Saya akan segera mengadakan ratas, pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis,” kata Prabowo.
Prabowo menyadari kebijakan tersebut akan memunculkan pertanyaan mengenai sumber pembiayaannya. Ia pun menyinggung penggunaan anggaran negara yang selama ini dinilai hilang akibat praktik korupsi.
“Nanti, nanti, nanti akan, nanti akan ada yang bertanya, dari mana uangnya?” ujar Prabowo.
Ia menegaskan pemerintah akan terus mengejar para koruptor sebagai bagian dari upaya menjaga keuangan negara, termasuk untuk mendukung pembiayaan pendidikan.
Kata kunci: jalur mandiri, pendidikan gratis, Zulhas
Social Header