Breaking News

Rendang Gadih Bawa Semangat “Modern and Hygienic” dari Payakumbuh ke CISMEF 2026

image.png
Guangzhou, Tiongkok, 4 September 2026 – Rendang Gadih, brand rendang dan makanan olahan khas Minangkabau asal Payakumbuh, Sumatera Barat, disupport oleh Kementerian UMKM untuk berpartisipasi dalam The 21st China International Small and Medium Enterprises Fair (CISMEF) 2026 yang berlangsung pada 3–6 September 2026 di Guangzhou, Tiongkok. Pada penyelenggaraan tahun ini, Indonesia hadir sebagai Co-Host Country.

Keikutsertaan Rendang Gadih di CISMEF 2026 dihadiri langsung oleh Direktur Rendang Gadih, Dedy Syandera Putera, bersama Manajer Komersial, Brigita Lydia Syahniva. Kehadiran ini menjadi bagian dari upaya Rendang Gadih memperkenalkan kuliner Minangkabau dalam wajah yang semakin modern, sekaligus membangun peluang kerja sama dengan buyer, distributor, dan mitra bisnis internasional.

Berproduksi sejak 2015 di Kota Payakumbuh, Rendang Gadih berada di bawah PT Gadih Minang Anugerah dan saat ini memiliki lebih dari 20 varian produk rendang dan bumbu kemasan. Portofolionya berkembang dari rendang daging sapi hingga berbagai inovasi seperti rendang ayam suwir, sapi suwir, jamur, paru, singkong, travel pack, bumbu rendang instan, dan bumbu kalio.

Dengan semangat “Modern and Hygienic”, Rendang Gadih berupaya menjaga karakter rasa Minangkabau sekaligus menjawab kebutuhan konsumen masa kini melalui proses produksi yang terstandar, kemasan praktis, dan produk yang mudah dibawa serta disajikan. Sejumlah produknya menggunakan teknologi sterilisasi uap bertekanan atau retort sehingga dapat bertahan hingga 12 bulan pada suhu ruang.

Komitmen terhadap mutu juga diperkuat dengan kepemilikan berbagai sertifikasi, antara lain Halal, BPOM RI MD, HACCP, SNI, dan NKV. Rendang Gadih juga telah meraih sejumlah apresiasi nasional, termasuk UKM Pangan Award, Indonesia Halal Industry Award, Indonesia Food Innovation, BPOM Award, hingga OVOP Bintang 3.

“Bagi kami, membawa Rendang Gadih ke CISMEF bukan hanya memperkenalkan produk, tetapi juga membawa rasa dan identitas Payakumbuh ke pasar yang lebih luas. Kami ingin menunjukkan bahwa kuliner tradisional Minangkabau dapat tumbuh dengan pendekatan yang modern dan hygienic, tanpa kehilangan karakter rasa yang menjadi akarnya,” ujar Dedy Syandera Putera, Direktur Rendang Gadih.

Melalui CISMEF 2026, Rendang Gadih berharap dapat memperluas jejaring bisnis internasional, membuka peluang distribusi dan ekspor, serta semakin memperkuat posisi produk kuliner Minangkabau sebagai bagian dari produk Indonesia yang mampu bersaing di pasar global. ***

© Copyright 2026 - Portal Berita Jakarta