Jakarta, 17 Juli 2026 — Universitas Agung Podomoro menganugerahkan Penghargaan Kewirausahaan Indonesia 2026 kepada Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) pada puncak perayaan Dies Natalis ke-13 yang mengusung tema "Entrepreneurial Action University". Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi TDA dalam membangun ekosistem kewirausahaan Indonesia melalui pengembangan komunitas, pendidikan bisnis, pendampingan wirausaha, serta perluasan jejaring kolaborasi antar pengusaha.
Penghargaan diserahkan dalam Sidang Senat Terbuka Dies Natalis sebelum Presiden TDA, Ferdian, menyampaikan keynote speech bertajuk Social Mobility Through Entrepreneurship in TDA. Dalam pidato tersebut, ia menekankan pentingnya komunitas sebagai ruang yang memperluas akses terhadap jejaring, pengetahuan, dan modal sosial bagi para pelaku usaha.
Rektor Universitas Agung Podomoro menyampaikan bahwa penghargaan ini diberikan kepada TDA atas kiprahnya selama hampir dua dekade dalam menumbuhkan semangat kewirausahaan dan membangun ekosistem pembelajaran berbasis komunitas yang menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Melalui berbagai program edukasi, mentoring, dan kolaborasi, TDA dinilai turut memperkuat kapasitas pelaku usaha dari berbagai skala bisnis.
Didirikan pada 2006, TDA saat ini memiliki lebih dari 62.000 anggota yang tersebar di 119 daerah, 29 wilayah, serta memiliki perwakilan di lima negara. Organisasi ini secara rutin menyelenggarakan berbagai program pengembangan kewirausahaan, mulai dari Foundation Workshop Series, Growth Workshop Series, Corporate Workshop Series, Bootcamp for Employee, mentoring bisnis, hingga kegiatan business matching dan kewirausahaan sosial.
Dalam keynote speech-nya, Ferdian mengangkat gagasan bahwa keberhasilan seorang wirausaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh akses terhadap jejaring yang membuka peluang belajar, berkolaborasi, dan berkembang. Mengacu pada konsep economic connectedness, ia menjelaskan bahwa komunitas dapat menjadi ruang yang secara sadar mempertemukan pelaku usaha dari berbagai latar belakang sehingga memperluas kesempatan ekonomi.
Menurut Ferdian, Presiden Komunitas Pengusaha TDA "Penghargaan ini merupakan apresiasi bagi seluruh anggota TDA yang selama ini membangun budaya saling belajar, bertumbuh, dan berkolaborasi. Kami percaya komunitas tidak hanya menjadi tempat berbagi pengalaman, tetapi juga membuka akses terhadap jejaring, pengetahuan, dan modal sosial sehingga semakin banyak pelaku usaha memiliki kesempatan untuk berkembang."
“Seluruh program TDA dirancang untuk membantu anggota meningkatkan kapasitas bisnis sekaligus memperluas koneksi lintas sektor. Pendekatan tersebut diharapkan dapat melengkapi peran pendidikan formal dalam menciptakan lebih banyak wirausaha yang mampu tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan dampak bagi masyarakat.” Lanjut Ferdian
Momentum Dies Natalis ke-13 Universitas Agung Podomoro juga menjadi ruang pertemuan antara dunia pendidikan tinggi dan komunitas kewirausahaan. Kolaborasi keduanya dinilai penting untuk memperkuat ekosistem yang mendukung lahirnya generasi pengusaha baru melalui kombinasi pembelajaran akademik, pengalaman praktis, mentoring, serta jejaring profesional.
Penghargaan kepada TDA sekaligus menegaskan komitmen Universitas Agung Podomoro dalam mendorong budaya kewirausahaan yang tidak hanya berorientasi pada penciptaan bisnis, tetapi juga pada pengembangan ekosistem kolaboratif yang mampu memperluas kesempatan dan memberikan dampak sosial yang lebih luas.
---
Tentang Komunitas Pengusaha TDA
Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) merupakan organisasi kewirausahaan yang berdiri sejak 2006 dengan visi menjadi komunitas pengusaha yang memberikan kontribusi positif bagi peradaban. TDA memiliki lebih dari 62.000 anggota yang tersebar di 119 daerah di Indonesia, didukung berbagai program edukasi, mentoring, workshop, business matching, dan kolaborasi yang bertujuan memperkuat kapasitas serta jejaring pengusaha Indonesia.
Social Header