Sarangan, Magetan, 6 Juli 2026 – Pengelolaan praktik kerja lapangan (PKL) bagi ribuan siswa menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah vokasi. Proses pencatatan aktivitas, absensi, koordinasi guru pembimbing hingga evaluasi dari mitra industri membutuhkan sistem administrasi yang terintegrasi.
SMK PGRI 1 Nganjuk mulai menjawab kebutuhan tersebut dengan menerapkan E-PKL SIDIGS untuk mendukung pengelolaan PKL sekitar 2.550 siswa. Implementasi sistem digital itu diperkenalkan dalam Workshop Penguatan Kompetensi Guru SMK PGRI 1 Nganjuk Tahun 2026 di Sarangan, Magetan, pada 6–7 Juli 2026.
Penyerahan implementasi E-PKL dilakukan secara simbolis oleh CEO SIDIGS Transbara Wahyu Firmansyah, S.Kom., kepada Kepala SMK PGRI 1 Nganjuk Drs. Lukman, M.M.Pd.
Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 125 guru dan tenaga administrasi. Selain membahas penguatan kompetensi pendidik, workshop menjadi ruang untuk mengenalkan pemanfaatan teknologi dalam tata kelola sekolah dan pendidikan vokasi.
Ribuan Siswa Butuh Monitoring Terintegrasi
Jumlah peserta didik yang besar membuat pengelolaan PKL membutuhkan koordinasi antara sekolah, siswa, guru pembimbing dan mitra industri. Administrasi secara manual berpotensi menambah beban pencatatan dan proses rekapitulasi.
Melalui E-PKL, sejumlah proses tersebut diarahkan ke dalam satu sistem digital. Pengelolaan mencakup periode PKL, data mitra industri, guru pembimbing, absensi siswa, jurnal harian, monitoring kegiatan, penilaian hingga rekapitulasi laporan.
CEO SIDIGS Transbara Wahyu Firmansyah mengatakan digitalisasi diperlukan untuk membantu sekolah mengelola aktivitas PKL dalam skala besar.
“Sekolah dengan ribuan peserta PKL membutuhkan sistem yang mampu membantu koordinasi secara lebih efektif. Administrasi, monitoring, dan pengelolaan praktik kerja lapangan perlu dibuat lebih terstruktur agar memudahkan siswa maupun guru pembimbing,” ujar Transbara.
Menurut dia, implementasi teknologi juga membutuhkan pendampingan agar sistem dapat digunakan secara berkelanjutan dan menyesuaikan kebutuhan sekolah.
Transformasi Digital Pendidikan Vokasi
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMK PGRI 1 Nganjuk, A. Ulin Nuha A.R., M.Pd., menilai pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan vokasi.
“Melalui inovasi E-PKL yang didukung SIDIGS, kami ingin memastikan proses pembelajaran berbasis digital dapat berjalan lebih optimal, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan praktik kerja lapangan,” katanya.
Ia berharap pemanfaatan teknologi di lingkungan sekolah dapat terus berkembang untuk mendukung kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Workshop tersebut juga membahas E-Journal SIDIGS serta menghadirkan materi Leadership dalam Jiwa Pendidik oleh Ketua BPH PGRI Wilayah Kabupaten Nganjuk Agus Haryanto, S.Pd., M.M.
Sementara sesi peningkatan metode pembelajaran disampaikan Pengawas SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Nganjuk Slamet Hariono, S.Pd., M.T.
Penerapan E-PKL menjadi bagian dari upaya SMK PGRI 1 Nganjuk mengembangkan tata kelola pendidikan berbasis digital. Bagi sekolah vokasi dengan jumlah siswa besar, integrasi administrasi dan monitoring PKL dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat koordinasi antara sekolah dan kegiatan siswa di dunia kerja.
SMK PGRI 1 Nganjuk mulai menjawab kebutuhan tersebut dengan menerapkan E-PKL SIDIGS untuk mendukung pengelolaan PKL sekitar 2.550 siswa. Implementasi sistem digital itu diperkenalkan dalam Workshop Penguatan Kompetensi Guru SMK PGRI 1 Nganjuk Tahun 2026 di Sarangan, Magetan, pada 6–7 Juli 2026.
Penyerahan implementasi E-PKL dilakukan secara simbolis oleh CEO SIDIGS Transbara Wahyu Firmansyah, S.Kom., kepada Kepala SMK PGRI 1 Nganjuk Drs. Lukman, M.M.Pd.
Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 125 guru dan tenaga administrasi. Selain membahas penguatan kompetensi pendidik, workshop menjadi ruang untuk mengenalkan pemanfaatan teknologi dalam tata kelola sekolah dan pendidikan vokasi.
Ribuan Siswa Butuh Monitoring Terintegrasi
Jumlah peserta didik yang besar membuat pengelolaan PKL membutuhkan koordinasi antara sekolah, siswa, guru pembimbing dan mitra industri. Administrasi secara manual berpotensi menambah beban pencatatan dan proses rekapitulasi.
Melalui E-PKL, sejumlah proses tersebut diarahkan ke dalam satu sistem digital. Pengelolaan mencakup periode PKL, data mitra industri, guru pembimbing, absensi siswa, jurnal harian, monitoring kegiatan, penilaian hingga rekapitulasi laporan.
CEO SIDIGS Transbara Wahyu Firmansyah mengatakan digitalisasi diperlukan untuk membantu sekolah mengelola aktivitas PKL dalam skala besar.
“Sekolah dengan ribuan peserta PKL membutuhkan sistem yang mampu membantu koordinasi secara lebih efektif. Administrasi, monitoring, dan pengelolaan praktik kerja lapangan perlu dibuat lebih terstruktur agar memudahkan siswa maupun guru pembimbing,” ujar Transbara.
Menurut dia, implementasi teknologi juga membutuhkan pendampingan agar sistem dapat digunakan secara berkelanjutan dan menyesuaikan kebutuhan sekolah.
Transformasi Digital Pendidikan Vokasi
Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMK PGRI 1 Nganjuk, A. Ulin Nuha A.R., M.Pd., menilai pemanfaatan teknologi menjadi bagian penting dalam pengembangan pendidikan vokasi.
“Melalui inovasi E-PKL yang didukung SIDIGS, kami ingin memastikan proses pembelajaran berbasis digital dapat berjalan lebih optimal, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan praktik kerja lapangan,” katanya.
Ia berharap pemanfaatan teknologi di lingkungan sekolah dapat terus berkembang untuk mendukung kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Workshop tersebut juga membahas E-Journal SIDIGS serta menghadirkan materi Leadership dalam Jiwa Pendidik oleh Ketua BPH PGRI Wilayah Kabupaten Nganjuk Agus Haryanto, S.Pd., M.M.
Sementara sesi peningkatan metode pembelajaran disampaikan Pengawas SMK Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Nganjuk Slamet Hariono, S.Pd., M.T.
Penerapan E-PKL menjadi bagian dari upaya SMK PGRI 1 Nganjuk mengembangkan tata kelola pendidikan berbasis digital. Bagi sekolah vokasi dengan jumlah siswa besar, integrasi administrasi dan monitoring PKL dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat koordinasi antara sekolah dan kegiatan siswa di dunia kerja.
Social Header