PT Infiniti Energi Indonesia (INFIEN) bersama Xiamen Ampace Technology Limited (AMPACE) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk pengembangan solusi sistem Baterai Penyimpanan Energi (Battery Energy Storage System/BESS) di Indonesia, pada 3 April 2026.
Kerja sama strategis ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan proyek BESS skala menengah hingga besar, baik pada sektor utilitas maupun komersial dan industri (C&I), guna mendukung sistem ketenagalistrikan nasional yang lebih andal, efisien, dan berkelanjutan.
Kolaborasi ini juga sejalan dengan target pemerintah Indonesia dalam mendorong kapasitas energi terbarukan hingga lebih dari 100 gigawatt (GW) dalam beberapa dekade ke depan, serta mempercepat program transisi energi nasional.
Selain itu, kerja sama ini mendukung berbagai inisiatif pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), khususnya dalam memperkuat stabilitas sistem kelistrikan, meningkatkan integrasi energi terbarukan, serta mendorong program de-dieselisasi di berbagai wilayah.
Founder & CEO INFIEN, Muhammad Firmansyah mengatakan, kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat infrastruktur energi berkelanjutan di Indonesia.
“Dengan menggabungkan kapabilitas eksekusi lokal INFIEN dan teknologi baterai canggih dari AMPACE, kami optimistis dapat menghadirkan solusi penyimpanan energi yang aman, andal, serta memberikan nilai ekonomi nyata bagi Indonesia,” ujarnya.
Solusi BESS yang dikembangkan dalam kerja sama ini akan didukung teknologi baterai berstandar global. AMPACE sendiri merupakan perusahaan hasil kemitraan strategis antara Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) dan Amperex Technology Limited (ATL), yang dikenal memiliki rekam jejak global dalam teknologi baterai dengan performa tinggi dan standar keselamatan yang ketat.
Keberadaan BESS dinilai memiliki peran krusial dalam lanskap energi nasional, mulai dari meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, mengelola beban puncak, hingga membantu efisiensi biaya energi bagi sektor industri.
Selain itu, teknologi ini juga berpotensi mempercepat elektrifikasi di wilayah terpencil sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbasis diesel.
Vice President ESS AMPACE, Raymond Ye menambahkan, Indonesia merupakan salah satu pasar BESS paling potensial di kawasan Asia Tenggara.
“Melalui kolaborasi ini, kami berkomitmen menghadirkan solusi BESS berperforma tinggi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar lokal serta mendukung agenda transisi energi jangka panjang Indonesia,” tandasnya.
Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi salah satu katalis dalam mempercepat transformasi sektor energi nasional menuju sistem yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Kerja sama strategis ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mengembangkan proyek BESS skala menengah hingga besar, baik pada sektor utilitas maupun komersial dan industri (C&I), guna mendukung sistem ketenagalistrikan nasional yang lebih andal, efisien, dan berkelanjutan.
Kolaborasi ini juga sejalan dengan target pemerintah Indonesia dalam mendorong kapasitas energi terbarukan hingga lebih dari 100 gigawatt (GW) dalam beberapa dekade ke depan, serta mempercepat program transisi energi nasional.
Selain itu, kerja sama ini mendukung berbagai inisiatif pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), khususnya dalam memperkuat stabilitas sistem kelistrikan, meningkatkan integrasi energi terbarukan, serta mendorong program de-dieselisasi di berbagai wilayah.
Founder & CEO INFIEN, Muhammad Firmansyah mengatakan, kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam memperkuat infrastruktur energi berkelanjutan di Indonesia.
“Dengan menggabungkan kapabilitas eksekusi lokal INFIEN dan teknologi baterai canggih dari AMPACE, kami optimistis dapat menghadirkan solusi penyimpanan energi yang aman, andal, serta memberikan nilai ekonomi nyata bagi Indonesia,” ujarnya.
Solusi BESS yang dikembangkan dalam kerja sama ini akan didukung teknologi baterai berstandar global. AMPACE sendiri merupakan perusahaan hasil kemitraan strategis antara Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL) dan Amperex Technology Limited (ATL), yang dikenal memiliki rekam jejak global dalam teknologi baterai dengan performa tinggi dan standar keselamatan yang ketat.
Keberadaan BESS dinilai memiliki peran krusial dalam lanskap energi nasional, mulai dari meningkatkan keandalan sistem kelistrikan, mengelola beban puncak, hingga membantu efisiensi biaya energi bagi sektor industri.
Selain itu, teknologi ini juga berpotensi mempercepat elektrifikasi di wilayah terpencil sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbasis diesel.
Vice President ESS AMPACE, Raymond Ye menambahkan, Indonesia merupakan salah satu pasar BESS paling potensial di kawasan Asia Tenggara.
“Melalui kolaborasi ini, kami berkomitmen menghadirkan solusi BESS berperforma tinggi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar lokal serta mendukung agenda transisi energi jangka panjang Indonesia,” tandasnya.
Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi salah satu katalis dalam mempercepat transformasi sektor energi nasional menuju sistem yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Social Header